BRI PEDULI

Pasca Banjir, BRI Peduli Bantu Pemulihan Pengusaha UMKM

bantuan banjir

JAKARTA—Dampak banjir di Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu lalu tak hanya merugikan masyarakat pada umumnya. Namun juga pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, melalui BRI Peduli membantu pengusaha UMKM melakukan pemulihan (recovery) terhadap kelangsungan usahanya.
“Program   recovery usaha mikro sendiri telah dilakukan di beberapa lokasi antara lain di Bukit Duri, Johar Baru, Tanjung Priok, Grogol, Pluit, Bekasi, Marunda, Bendungan Hilir, dan beberapa lokasi lainnya. Bentuk-bentuk bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang tunai namun meliputi fasilitas penunjang usaha para korban banjir seperti kompor gas dan peralatan memasak bagi usaha kuliner, gerobak usaha, tenda maupun sarana penunjang lainnya. Kegiatan ini juga masih terus dilakukan di beberapa daerah lain yang menjadi korban banjir sesuai hasil mapping yang dilakukan. Hingga saat ini baru tercatat hamper  100 pengusaha mikro BRI yang menjadi korban banjir dengan bantuan yang kami berikan sekitar Rp.200 juta ” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali di Jakarta hari ini.
Ali mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang kehilangan harta benda dan harus mengungsi dari rumah tinggalnya. Sektor ekonomi mengalami juga pukulan yang cukup telak terkait bencana ini, terutama bagi pengusaha-penguasaha mikro. “Banjir yang datang secara tiba-tiba menyebabkan banyak pengusaha mikro tidak sempat menyelamatkan peralatan usaha maupun barang dagangannya. Dengan kemampuan modal yang terbatas, hal ini menyebabkan banyak pengusaha-pengusaha mikro mengalami kerugian cukup besar,” papar Ali.
Dikatakan Ali,  korban banjir saat ini mulai bangkit kembali, termasuk pelaku UMKM. “Hal ini melatar belakangi Bank BRI sebagai Bank dengan pasar UMKM terbesar di Indonesia,  tergerak untuk ikut terlibat dalam proses recovery para pengusaha korban banjir. Kegiatan ini sendiri dilakukan dengan koordinasi melalui unit-unit kerja-nya yang terdekat dengan lokasi banjir melakukan pendataan pengusaha UMKM yang menjadi korban banjir, selanjutnya korban banjir tersebut akan diberikan hibah bantuan kebutuhan usaha. Besarnya bantuan untu pengusaha mikro tersebut berkisar dari Rp.500 ribu hingga Rp. 5 juta” pungkas Ali. Dia mengatakan, BRI  Peduli memprioritas bantuan ini bagi para pengusaha mikro. “Dengan pertimbangan bahwa sektor usaha mikro yang umumnya memiliki kekuatan permodalan kecil, mereka lebih membutuhkan bantuan untuk bisa kembali bangkit,” ucap Ali.
Ali menegaskan, pelaku UMKM ini rata-rata barang dagangannya rusak terkena banjir sehingga dikhawatirkan menyebabkan cicilannya macet. “Sebab itu suntikan bantuan BRI Peduli ini penting agar kreditnya kembali normal,” papar Ali. BRI tidak memberikan bantuan bantuan dalam bentuk uang tunai tetapi akan memasok bantuan peralatan produksi untuk mengganti peralatan yang rusak misalnya kompor, alat menanak nasi, tenda dlsb.  “BRI ingin mereka segera bangkit sebab usaha mereka ini menjadi andalan nafkah keluarga dan penyerap tenaga kerja informal yang cukup besar. Kita khawatir apabila mereka tidak dapat melanjutkan usahanya karena banjir, akan  menciptakan pengangguran baru di Jakarta,” ujar Ali.